A A
RSS

Tips Menurunkan Asupan Garam Harian

Tue, Jan 15, 2019

Artikel, Garam Dunia, Kesehatan, Top Artikel

 

Garam masih menjadi salah satu bumbu makanan yang paling populer. Banyak orang yang bahkan menyebut makanan tanpa garam akan terasa jauh lebih hambar. Padahal, pakar kesehatan menyebut konsumsi garam harus dibatasi karena akan mempengaruhi kadar cairan tubuh dan risiko hipertensi dengan signifikan. Pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi garam dalam jumlah banyak bisa memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan organ kardiovaskular. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya risiko terkena hipertensi. Padahal, kondisi ini jika dibiarkan akan berimbas pada risiko terkena serangan jantung, stroke, gangguan penglihatan, dan gangguan ginjal. Telah ada penelitian yang membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi bisa meningkatkan risiko hipertensi, khususnya pada mereka yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Hanya saja, jika konsumsi garam yang tinggi ini sudah kita lakukan sejak usia dini, maka di usia produktif kita sudah bisa terkena masalah kesehatan tersebut.

Banyak orang yang sadar tentang bahaya asupan garam berlebihan, namun tak kuasa untuk menurunkannya karena tak ingin rasa masakan menjadi kurang lezat. Padahal, menurut pakar kesehatan, kita bisa mencoba untuk menurunkannya sedikit demi sedikit. Dengan melakukannya, maka lidah akan terbiasa dengan makanan dengan kadar garam yang minim. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan asupan garam.

Pertama, selalu cek label makanan kemasan yang akan kita beli. Sebagai contoh, jika kita ingin makan keripik atau roti, maka kita bisa memastikan apakah kandungan sodiium di dalamnya tinggi atau tidak. Pakar kesehatan biasanya menyarankan kita untuk tidak mengonsumsi makanan dengan kadar sodium lebih dari 140 mg. Kedua, jangan biasakan mengonsumsi makanan kalengan. Beberapa produk kalengan seperti sarden memang biasanya sulit untuk dicari jenisnya yang segar. Ada juga produk kalengan lain seperti sayur kalengan yang sebaiknya tidak konsumsi karena banyak sekali sayuran segar yang jauh lebih sehat dan mudah didapat. Ketiga, hindari daging olahan. Banyak orang yang menjadikan daging olahan sebagai lauk karena mudah dan praktis untuk disiapkan. Masalahnya adalah daging olahan seperti nugget dan sosis ini cenderung memiliki kadar garam yang tinggi.

Keempat, kurangi untuk mengonsumsi makanan cepat saji. Meski enak, makanan cepat saji seperti French fries, burger, dan pizza cenderung memiliki kadar garam dan lemak jenuh yang tinggi sehingga bisa membahayakan kesehatan organ kardiovaskular. Makanan-makanan beku juga cenderung memiliki kadar garam yang tinggi sehingga sebaiknya tidak kita hindari. Selanjutnya, pilihlah camilan yang tepat. Keripik, crackers, biskuit, dan camilan renyah lainnya biasanya tinggi kandungan garam. Sebaiknya mulai menghindarinya atau menggantinya dengan camilan sehat layaknya kacang-kacangan atau buah segar. Terakhir, Anda bisa coba mengganti garam dengan rempah-rempah. Jika ingin masakan tetap memiliki rasa yang lezat meski kadar garam yang kita masukkan lebih rendah, pakar kesehatan menyarankan kita untuk menggantinya dengan rempah-rempah. Hanya saja, berhati-hatilah dengan rempah-rempah kemasan karena bisa saja memiliki kandungan garam yang tinggi.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi asupan garam setiap hari maksimal 5 gram atau sekitar 1 sendok teh saja. Jumlahnya memang terlihat sangat sedikit, namun jika kita terbiasa mengonsumsinya lebih dari batasan tersebut, maka kita pun akan lebih rentan terkena berbagai masalah kesehatan. Selain saat memasak, kita juga harus selalu mengecek kadar garam yang ada dalam makanan kemasan demi memastikan bahwa kita tidak mengonsumsi garam dengan berlebihan. Dengan melakukan berbagai hal ini, maka kita pun tidak akan mengalami kenaikan risiko terkena penyakit berbahaya seperti hipertensi dan berbagai penyakit pada organ kardiovaskular lainnya.
Sumber: https://doktersehat.com/menurunkan-asupan-garam-harian/

Disunting Oleh: HOOD

Share

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.

Categories