A A
RSS

Produksi Garam Indonesia akan Capai 2 Juta Ton hingga Akhir Tahun 2018

Mon, Nov 5, 2018

Berita, Garam Dunia, Kesehatan, Top Artikel

 

Di tahun 2018 ini, berdasarkan pada laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan bahwa produksi garam nasional mencapai angka 2 juta ton. Ini adalah jumlah angka yang cukup bagus jika dibandingkan dengan produksi selama tahun 2016 dan 2017 lalu. Menurut Abduh Nurhidajat selaku Direktur Jasa Kelautan, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, KKP, produksi garam selama 2018 cukup bagus karena iklim (cuaca) yang mendukung dan sejumlah pendekatan teknologi di sentra produsen garam rakyat. Selain itu, mulai diterapakanya lahan terintegrasi dari beberapa petambak garam yang merupakan salah satu upaya melalui program pengembangan usaha garam rakyat (Pugar).

“Selain iklim yang mendukung, melalui Pugar dilakukan pendekatan teknologi dan mendorong integrasi lahan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas,” kata Abduh dalam acara Peningkatan Kapasitas Koperasi Garam Rakyat di Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu.
Data KKP menyebutkan hingga akhir Oktober 2018, produksi garam telah mencapai 1,94 juta ton. Angka tersebut sudah melingkupi produksi dari rakyat dan dari PT Garam. “Kami optimistis produksi garam nasional untuk konsumsi bisa melampaui 2 juta ton hingga akhir 2018 nanti. Adapun kebutuhan garam konsumsi nasional itu sekitar 1,5 juta ton per tahun,” ujarnya kepada SP.

Dia menjelaskan, konsolidasi lahan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan semakin efisien dalam produksi. Konsolidasi itu dengan melakukan integrasi lahan dari sejumlah petambak (produsen) sehingga menjadi lebih luas. Namun, hal tersebut tidak mudah karena membutuhkan pemahaman yang sama dari para produsen garam. Untuk itu, jelasnya, pihaknya juga mendorong penguatan koperasi sehingga para anggota yang juga petambak garam tersebut bisa saling membangun kolaborasi, termasuk dalam integrasi lahan. Saat ini ada beberapa koperasi yang sudah berjalan dan membutuhkan penguatan manajemen serta kelembagaan.

Umaidi yang juga Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Indramayu, Jawa Barat, menambahkan peningkatan kapasitas koperasi sangat diperlukan. Hal tersebut akan sangat membantu para petambak garam yang secara bersama-sama mengatasi kendala dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Dikatakan, peningkatan peran koperasi sangat diperlukan agar sentra produksi garam di Indramayu semakin optimal dikelola. Koperasi yang bagus juga bisa membantu dalam manajemen produksi dan pemasaran yang selama ini digarap sendiri dari masing-masing petambak. “Harga garam saat ini cukup bagus antara Rp 800 – Rp 1.000 per kilogram. Koperasi juga bisa membantu berbagai langkah antisipasi jika harga anjlok seperti tahun-tahun sebelumnya hingga Rp 200 per kilogram. Tentu perlu sejumlah persiapan yang harus dibicarakan dalam koperasi,” ujarnya.

Ketua Koperasi Maju Bersama-Sampang, Jawa Timur, Jakfar Sodikin sepakat untuk penguatan koperasi tersebut. Dia berharap pemerintah memberikan sejumlah intensif kepada koperasi dan mendorong percepatan terwujudnya koperasi di sejumlah sentra garam lainnya. “Ada beberapa kawasan yang belum ada peran koperasi secara optimal. Ini perlu didorong sehingga kebersamaan petambak garam semakin diperkuat melalui koperasi,” kata Jakfar yang juga Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia ini.

 

Sumber: http://www.beritasatu.com/ekonomi/520550-dorong-koperasi-produksi-garam-2018-bisa-tembus-2-juta-ton.html

Disunting Oleh: HOOD

Share

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.