A A
RSS

PERHATIKAN TANDA-TANDA SAAT KELEBIHAN ASUPAN GARAM PADA TUBUH

 

Garam merupakan bumbu masakan yang paling utama. Tidak hanya menjaga ketahanan, namun juga menambah rasa masakan. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa banyak orang mengonsumsi garam lebih banyak dari jumlah yang disarankan. Selain itu, garam juga menuai pro kontra dalam konsumsinya. Garam dinilai berbahaya bagi kesehatan karena dapat meningkatkan tekanan darah, mengganggu fungsi ginjal, dan meningkatkan risiko strok. Para ahli kesehatan sudah mengingatkan bahwa konsumsi garam berlebihan berhubungan dengan munculnya sejumlah masalah kesehatan. Namun terkadang kita lupa menakar konsumsi garam harian sehingga berisiko kelebihan asupan garam. Untuk itu, kenali tanda atau reaksi tubuh kita saat asupan garam dalam tubuh sudah mulai berlebihan.

Dari laman Liputan6.com mengutip dari Medical News Today, berikut tanda-tanda saat tubuh kelebihan konsumsi garam:

1. Makanan terasa hambar

Kebiasaan menjadi factor utama dalam aktivitas kita sehari-hari. Salah satunya yakni kebiasaan dalam mengonsumsi makanan. Jika kita telah terbiasa mengonsumsi makanan dengan kandungan garam yang tinggi, maka saat mencicipi makanan dengan kadar garam normal rasa makanan tersebut pasti terasa hambar. Gazzaniga Moloo, juru bicara American Dietetic Association berpendapat bahwa orang seringkali menaburkan sedikit garam pada sayuran atau makanan lainnya agar rasanya lebih enak, sekaligus bisa membantu menetralisir kepahitan alami makanan tersebut.

2. Merasa kembung

Pernahkah Anda merasa seperti tiba-tiba berat badan naik?
Mengonsumsi natrium yang lebih banyak dari biasanya dapat memberi kesan seperti itu karena terjadi retensi cairan pada jaringan tubuh.

Ahli diet Bonnie Taub-Dix, yang juga pendiri Better Than Dieting mengatakan, “Garam seperti magnet yang menarik air, sehingga menahan cairan. Efek retensi ini bisa menyebabkan kembung, mata atau jari menjadi bengkak. Tanda-tanda ini lebih mungkin terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia. Saya mengenal seseorang yang, ketika dia menikmati semangkuk sup, harus mulai melepas cincinnya karena jika tidak, dia tidak akan bisa melepaskannya nanti.”

3. Sakit kepala tapi tak tahu penyebabnya

Mulailah dengan mengerti terhadap kondisi tubuh. Jika Anda mengalami sakit kepala tanpa tahu penyebab atau pemicunya, cobalah perhatikan, bisa jadi kondisi ini terjadi setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan garam yang relatif tinggi.

“Terlalu banyak garam dapat menyebabkan pembuluh darah di otak mengembang, yang dapat menyebabkan sakit kepala yang menyakitkan,” jelas Mandy Enright, ahli gizi dan pelatih kebugaran di New Jersey.

4. Sering buang air kecil

Seorang ahli kesehatan dari Universitas Nagasaki Jepang, Dr Matsuo Tomohiro berpendapat, “kencing malam hari adalah masalah nyata bagi banyak orang, terutama saat mereka semakin tua.” Di dalam studinya pada tahun 2017, Tomohiro menemukan bahwa terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menyebabkan buang air kecil yang berlebihan. Pada orang dewasa khususnya, kelebihan garam dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan tidur serta kelelahan. Tomohiro juga mengatakan, “Modifikasi diet sederhana dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup bagi banyak orang.”
Pada sebuah studi, dengan mengurangi konsumsi garam sebanyak 25% dapat menurunkan frekuensi buang air kecil di malam hari.

Jadi, Agar mendapatkan manfaat tanpa mengalami risiko kesehatan karena konsumsi garam, bijaklah dalam penggunaannya. Perhatikan makanan yang Anda konsumsi. Sebab, Anda mungkin tak merasa mengonsumsi bahan ini, tetapi garam bisa ditemukan di makanan kemasan atau makanan yang diproses, termasuk dalam saus, kecap, keripik, dan roti.

Sumber: https://www.liputan6.com/health/read/3615258/gejala-anda-kebanyakan-konsumsi-garam

Disunting Oleh: HOOD

Share

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.