A A
RSS

Penelitian Menunjukkan Garam Laut Mengandung Mikroplastik

Mon, Jul 30, 2018

Artikel, Berita, Garam Dunia

Sadarkah Anda dampak dari sampah plastic yang bertebaran di lautan berpengaruh terhadap kandungan garam laut? Ya, garam laut telah terkontaminasi oleh polusi sampah plastik.Sampah plastic yang ada di lautan telah masuk kedalam rantai makanan. Tetapi berapa banyak plastic yang ada dalam makanan kita masih belum jelas jumlahnya. Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa makanan kita sehari-hari yang berasal dari laut mengandung mikroplastik, seperti garam laut.

Meski demikian, baru sedikit penelitian tentang kontaminasi garam laut. Dilansir oleh Hakai magazine, seorang ahli toksikologi air, Ali Karami dan rekan-rekannya melakukan penelitian dengan membeli berbagai garam laut dari pasar di Malaysia, ada 16 merek garam laut dari delapan negara yang terkumpul, yakni Australia, Prancis, Iran, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Portugal, dan Afrika Selatan. Bertempat di Lab Universiti Putra Malaysia, para peneliti melakukan uji coba dengan melarutkan dan menyaring garam untuk mengisolasi partikel-partikel seperti mikrovastik yang terkandung di dalamnya. Mereka kemudian memeriksanya secara visual dan dengan teknik spektroskopi yang memungkinkan mereka menilai komposisi kimia pada objek yang terkontaminasi. Hasil menunjukkan 15 dari 16 merek garam yang telah dianalisis tersebut mengandung total 72 partikel kontaminan. Setiap merek terkontaminasi antara 1 sampai 10 partikel per kilogram. Garam laut dari Perancis adalah satu-satunya yang ditemukan tidak terkontaminasi. Ukuran partikel-partikel yang terkandung dalam garam laut sangatlah kecil, mulai dari sekitar 0,16 mm hingga hanya di bawah 1,0 mm, dengan lebar rata-rata sekitar 0,5 mm (Hakai Magazine,2017). Sebagian besar partikel tersebut adalah mikroplastik, para peneliti juga menemukan partikel pigmen/warna (tetapi tidak dapat dipastikan kebenarannya) yang mungkin juga plastik, dan empat item non-plastik.

“Temuan ini mengejutkan dan tak terduga,” kata Erik van Sebille, seorang ahli kelautan di Universitas Utrecht di Belanda yang mempelajari sirkulasi laut global dan polusi plastik. Ia menambahkan, “Selama beberapa tahun terakhir, setiap kali para ilmuwan pergi mencari plastik di lautan, mereka hampir selalu menemukannya. Baik di dasar lautan yang terpencil, di es di Arktik, di perut burung laut dan ikan, dan sekarang di lautan garam. Plastik di laut adalah kekejaman, sebuah bukti kebiasaan kotor manusia, tetapi kami tidak tahu persis apa salahnya terhadap kehidupan laut atau kepada kami,” tambahnya.

Ahli biologi Universitas Plymouth, Inggris, Richard Thompson adalah seorang ahli plastik di lingkungan laut. Ia mengatakan, “pandangan saya mengenai konsentrasi mikroplastik dalam makanan laut dan garam cukup rendah sehingga mereka tidak menimbulkan kekhawatiran bagi kesehatan manusia saat ini,” jelasnya. Thompson menambahkan, bagaimanapun juga kecuali kita mengurangi polusi mikroplastik, konsentrasi dalam makanan akan meningkat dan bisa mencapai tingkat yang menjadi perhatian.

Karami (berdasarkan data konsumsi garam global) setuju bahwa jumlah partikel mikroplastik yang dikomsumsi seseorang setiap tahun dalam jumlah banyak, tidak mungkin menyebabkan dampak kesehatan yang signifikan. “Jika kita mencurigai mikroplastik ini beracun — jika kita curiga mereka mungkin menimbulkan masalah kesehatan — kita harus mengkhawatirkannya, sampai kita yakin partikel itu aman,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa garam laut bukan satu-satunya sumber mikroplastik yang ada dalam makanan kita.

 

Sumber: https://www.hakaimagazine.com/news/theres-probably-plastic-your-sea-salt/

Disunting oleh: HOOD

Share

Tags: , ,

Comments are closed.