A A
RSS

PEMERINTAH PIJAY AKAN KEMBANGKAN INDUSTRI GARAM DI SUMATERA

 

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat akan mengembangkan industri garam di lahan seluas 183 Hektare yang tersebar di empat kecamatan. “Program pengembangan industri garam yang akan dilaksanakan tahun ini bertujuan menjadikan Kabupaten Pijay sebagai sentra penghasil garam di Sumatera,” sebut Kepala DKP Pijay, Ir H Kamaluddin, Minggu, 7/10/2018 (tribunnews.com, 2018). Menurut Kamaluddin, 183 Ha lebih lahan yang akan dikembangkan sebagai lokasi produksi garam itu berada di Kecamatan Bandar Baru, Kecamatan Panterja, Kecamatan Trienggadeng, dan Kecamatan Ulim. Program pengembangan industri garam ini mendapat dukungan dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Pihak KKP pun sudah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi ke enam gampong yang diusulkan untuk menjadi lahan pengembangan industri ini. Pihak KKP RI berharap Pijay menjadi sentral produksi garam untuk wilayah Sumatera. Karena selama ini, produksi garam di Indonesia hanya terfokus di Jawa dan Madura. Karenanya Kementerian komit untuk mendorong daerah yang memiliki potensi lahan untuk pengembangan produksi garam. “Dengan terwujudnya industri garam di Pijay, maka diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani garam di daerah ini, dan mengurangi ketergantungan pasokan garam dari Jawa dan Madura,” kata Kamaluddin.

Pengembangan industri garam ini nantinya tidak lagi mengandalkan lancang garam dan teknik perebusan. Namun akan menggunakan teknologi geomembran (menggunakan wadah kedap air) dan evaporasi (penguapan). “Pengembangan garam geomembran ini untuk menjamin kehalalan garam yang diproduksi, dan pola perebusan yang dipraktekkan petani garam sebelumnya, juga akan dialihkan menggunakan pola penguapan agar menghasilkan garam lebih banyak,” jelas Kepala DKP Pijay, Kamaluddin. Ia menambahkan alih teknologi dalam pembuatan garam ini juga untuk menghilangkan kendala pembuatan garam saat musim hujan. Sehingga, penggunaan teknologi geomembran dan evaporasi ini diyakini akan memberi manfaat lebih besar bagi para petani. “Karena dengan sistem penguapan ini, dalam setiap hektare, rata-rata akan mampu menghasilkan 1ton garam setiap hari,” ungkapnya.

 

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2018/10/08/pijay-kembangkan-industri-garam
Disunting Oleh: HOOD

Share

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.