A A
RSS

PANEN MELIMPAH, HARGA GARAM MEROSOT

 

Panen garam di Indonesia pada tahun 2018 cukup melipah. Seiring dengan hal ini, harga garampun semakin menurun. Para petani garam berharap pemerintah mau membantu menangani masalah ini. Salah satunya adalah petani garam di Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat berharap pemerintah bersedia membantu untuk menaikkan harga garam di tingkat petani. Sejak panen garam hingga kini, harga garam di Kecamatan Krangkeng terus merosot.

Petani garam menyambut gembira musim panen garam tahun ini. Akan tetapi, harga garam mengalami penurunan terus menerus. Semula penurunan harga garam mencapai Rp.1.000 per Kg, kemudian menjadi Rp900/kg untuk jenis garam kelas satu dan seharga Rp 800/kg untuk garam kelas dua, tegas salah seorang petani garam warga Desa Kalianyar, Kartiso, 48 kepada Pos Kota, Rabu (12/9/18).
“Penurunan harga garam tak sebanding dengan biaya produksi, terutama pembelian plastik untuk alas produksi garam yang relative mahal. Plastik ukuran panjang 220 Meter lebar 4 Meter harganya Rp2.400.000,” katanya. Plastik dibutuhkan petani garam guna membantu proses produksi agar kualitas dan kuantitas garam lebih baik.

Dijelaskan Kartiso, jika menggunakan alas plastik, hasil panen garam lebih cepat. dan dapat menghasilkan garam kualitas satu yang warnanya lebih putih dan bersih dengan harga jual Rp 900/kg. Sementara jika tak menggunakan plastik, kualitas garam kurang bagus, berwarna kemerah-merahan. Jenis garam ini tergolong kualitas dua yang harganya Rp 800/kg.

Musim panen garam di Kecamatan Krangkeng, terjadi sejak awal Agustus 2018 hingga sekarang. Desa Krangkeng, Kalianyar dan Desa Tanjakan menjadi produsen garam terbesa dengan kuantitas terendahnya mencapai 1 ton per hektar. Namun, Kartiso menyayangkan harga garam di tingkat petani terus merosot, sehingga petani lebih suka menyimpan garam hasil panen di gudang mereka sambil menunggu membaiknya harga jual.

Dengan kondisi ini, petani garam sangat berharap agar pemerintah dapat memberi tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Mereka juga berharap agar harga garam dapat kembali normal seperti pada tahun-tahun sebelumnya yakni mencapai harga diatas Rp 2000/kgnya. Selain itu, dengan melimpahnya hasil panen garam petani local juga mampu mengurangi impor garam dari luar negeri.

 

Sumber: http://poskotanews.com/2018/09/12/petani-berharap-pemerintah-naikkan-harga-garam/

Disunting Oleh: HOOD

Share

Comments are closed.