A A
RSS

Musim Hujan Tiba, Produksi Garam Terhenti

 

Musim penghujan sudah tiba. Di berbagai kecamatan di Sumenep sudah turun hujan dengan intensitas tinggi Kamis (8/11). Tak terkecuali daerah-daerah penghasil garam seperti di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi. Tak pelak hal itu membuat petani garam waswas. Salah satunya ialah Marzuki, 60, petani garam yang menggarap lahan di area tambak Nambakor. Dia mengaku khawatir. Sebab, hujan dengan intensitas tinggi akan mengganggu produksi garam. “Kalau sudah turun hujan, tambaknya tidak bisa digarap lagi,” katanya saat ditemui di sela-sela menutup garam dengan terpal di tambak Nambakor kemarin.

Meski demikian, pihaknya mengaku selama ini sudah banyak produksi garam yang dihasilkan. Sebab, musim kemarau tahun ini cukup panjang. Jika ke depan turun hujan, pihaknya hanya bisa bersyukur sebagai rahmat Tuhan, Sang Pencipta Alam. “Alhamdulillah produksi garam selama ini melimpah. Berkat bertani garam, saya tidak perlu bekerja ke luar daerah,” tegas pria asal Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, itu.

Direktur Utama PT Garam Budi Sasongko mengatakan bahwa hujan memang akan mengganggu produksi garam. Air hujan bakal mempercepat perubahan kristal. Air garam yang sudah tua bisa muda lagi. “Artinya, secara fisikly (fisik, Red) menggangu,” kata pria yang meraih gelar doktor di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, itu. Meski turun hujan, pihaknya tetap bersyukur. Sebab, produksi garam tahun ini melimpah. Bahkan hingga kemarin, produksi garam milik PT Garam melampaui target. “Produksi per hari ini sudah melampaui target. Dari rencana 350 ribu ton, yang terealisasi kurang lebih 360 ribu ton,” jelasnya. “Bismillah mudah-mudahan musim hujan membantu musim produksi,” tukasnya.

Sumber: https://radarmadura.jawapos.com/read/2018/11/09/102690/hujan-turun-produksi-garam-terhenti

Disunting Oleh: HOOD

Share

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.

Categories