A A
RSS

Lindungi Petani, Impor Garam Harus Dibatasi

Fri, Dec 9, 2016

Berita

Indonesia saat ini masih mengandalkan impor garam untuk memenuhi kebutuhan nasional. Pada tahun ini, kebutuhan garam nasional mencapai 4,3 juta ton pertahun, sedangkan produksi Indonesia hanya mampu menghasilkan 3,2 juta ton. Sehingga membutuhkan 1,2 juta ton garam yang berasal dari impor.
“Jika impor ini diberikan kelonggaran atau tidak ada batasan maka akan merugikan petani. Walaupun tingkat kebutuhanya akan banyak,” ucap Wakil Ketua Farouk Muhammad usai executive brief ‘Meningkatkan Produksi Garam Nasional dan Menyelamatkan Nasib Petani Garam Rakyat’ di Nusantara III Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (06/12/2016).
Seperti diketahui, pertemuan tersebut dihadiri olek Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kadis Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat (NTB), PT Garam, dan Persatuan Petambak Garam Indonesia.
“Namun pada kali ini kita hanya fokus pada garam. Kita bukan mekanisme pengawasan, ini hanya penyaluran aspirasi. Jadi kita menjebatani aspirasi yang diakomodir melalui rakyat,” ujar Farouk.
Menurutnya, kualitas garam impor lebih baik ketimbang garam rakyat. Garam rakyat sendiri kualitasnya kurang atau kandungan NaCl masih di bawah 94,7 persen. Disisi lain, masih banyak 20 persen rumah tangga yang kurang mengkonsumsi garam beryodium. “ini yang perlu di atasi,” kata senator asal NTB itu.
Farouk menambahkan dari segi kesehatan ada dampaknya. Bahkan dari segi kebutuhan ada kekurangan. “Padahal kita ini negara negara nomor dua garis pantai terpanjang di dunia. Sayangnya produksi garam kita masih rendah. Maka harus ada peningkatan produktivitas,” harapnya.  (Sim)
Sumber : http://krjogja.com/web/news/read/17959/Lindungi_Petani_Impor_Garam_Harus_Dibatasi

Share

Comments are closed.

Categories