A A
RSS

Hingga Sekarang RI Masih Bergantung Garam Impor, Ini Buktinya

Thu, Jun 22, 2017

Berita


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2017 terjadi beberapa bahan pokok yang mengalami peningkatan, hal tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan jelang puasa.

Melansir data BPS, Jakarta, Selasa (23/5/2017), dari beberapa bahan pokok, garam mengalami peningkatan impor. Di mana pada April 2017 sebesar 319,9 ribu ton atau tumbuh 52,2% jika dibandingkan impor garam pada Maret 2017 yang sebesar 210,1 ribu ton.

Impor garam yang tumbuh 52,2% per April 2017 itu setara dengan US$ 10,4 juta. Sedangkan Maret 2017 hanya sebesar US$ 7,65 juta.

Garam impor yang masuk ke Indonesia paling banyak berasal dari Australia dengan volume 213,5 ribu ton yang nilainya US$ 7,95 juta. Di susul oleh India dengan 106,2 ribu yang nilainya US$ 2,41 juta.

Adapula yang berasalh dari Selandia Baru sebanyak 100,5 ton dengan nilai US$ 46,8 ribu, selanjutnya Jerman yang sebesar 66 ton dengan nilai US$ 28,7 ribu, serta Thailand yang sebesar 4,6 ton senilai US$ 3,8 ribu.

Sedangkan dilihat sepanjang Januari-April 2017, impor garam juga mengalami peningkatan jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Januari-April 2017 total impor garam sebesar 714,2 ribu ton dengan nilai US$ 24,8 juta. Sedangkan pada Januari-April 2016 hanya sebesar 531,2 ribu ton dengan nilai US$ 21,5 juta.

Sumber:
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3509205/hingga-sekarang-ri-masih-bergantung-garam-impor-ini-buktinya

Share

Comments are closed.