A A
RSS

Gagal Panen, Harga Garam di Sumenep Malah Tembus Rp 800 Ribu/ton

Sat, Dec 3, 2016

Berita


surya/Mohammad Rifai
Petani mengangkut garamnya ke truk
Harga Garam saat ini melonjak tajam, di tengah banyak petani yang gagal panen karena anomali cuaca atau cuaca buruk dan tidaka menentu.
Kalau sebelumnya harga garam rakyat hanya sekitar Rp 350 ribu perton, namun pada saat garam rakyat sudah habis terjual, harga garam rakyat justru dibeli dengan harga fantastis, hingga tembus Rp 800 ribu perton.
Multazam, Paguyuban Petani Garam, Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Sumenep mengatakan, naiknya harga garam rakyat yang terjadi pada saat hasil garam rakyat terpuruk saat ini, merupakan bagian dari upaya atau bentuk permainan pengusaha atau tengkulak pembeli garam rakyat.
“Itu kerapkali terjadi pada tahun-tahun lalu. Ketika hasil panen garam rakyat lagi ambruk. Atau pada saat sebagian besar hasil garam rakyat tinggal sedikit. Sehingga kami sebagai petani sama sekali tidak terkejut,” kata Multazam, Selasa (29/11/2016).
Sayangnya, ditengah melonjaknya harga, selain hasil garam memang sangat sedikit, juga stok garam rakyat sudah banyak yang terjual dan sudah habis.
Kendatipun ada, hanya sebagian petani yang memang menyimpan hasil garamnya sejak setahun yang lalu pada saat hasil garam melimpah dan harga garam saat itu rendah.
“Kalaupun ada petani garam yang menyimpan hasil taninya, ya paling banyak cuma sekitar 5 ton saja,” sambungnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Hal senada juga dikatakan Surahmi, petani garam asal Desa Nambakor, Kecamatan Seronggi, Sumenep.
Harga garam yang melambung tinggi memang membuat sebagian besar petani garam Sumenep semakin semangat untuk kembali menggarap lahan pegaramannya yang dulu sempat ditinggalkan dan hanya digunakan untuk penangkaran ikan lele, bandeng dan tambak udang.
“Karena dulu harga garam hanya sekitar Rp 250 ribu hingga 300 ribu per ton. Semoga ini tidak sekedar ngapusi saja, dan tingginya harga garam rakyat itu juga di musim garam tahun depan,” kata Surahmi.
Pihaknya berharap, dengan semakin bagusnya harga garam rakyat, maka petani garam terus berupaya mencari formula pembuatan garam rakyat yang lebih berkualitan.
Karena biasanya, lahan pegaraman rakyat mutunya sangat jelek, sehingga kerapkali di pasar garam kalah jauh dengan hasil produksi PT Garam yang sudah tersentuh teknologi.
Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2016/11/29/gagal-panen-harga-garam-di-sumenep-malah-tembus-rp-800-ributon

Share

Comments are closed.

Categories