A A
RSS
Permintaan Para Tenaga Kerja Untuk Tidak Menghentikan Kegiatan Industri Garam

Permintaan Para Tenaga Kerja Untuk Tidak Menghentikan Kegiatan Industri Garam

Thursday, March 21, 2019

Comments Off on Permintaan Para Tenaga Kerja Untuk Tidak Menghentikan Kegiatan Industri Garam

  (Garamku.com) Pemerintah Kabupaten Malaka diminta oleh para tenaga kerja sekaligus pemilik lahan tambak garam di Desa Weoe supaya tidak menghentikan aktivitas industri garam yang dikembangkan oleh PT. Inti Daya Kencana (IDK). Dikarenakan PT. IDK telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Hal tersebut disampaikan oleh Viktus Nahak Bere, Baltasar Bria, Nahak Petrus, Maria Seuk […]

Diduga Soal Kartel Garam, Produsen Penyedap Rasa Diperiksa KPPU

Diduga Soal Kartel Garam, Produsen Penyedap Rasa Diperiksa KPPU

Thursday, March 21, 2019

Comments Off on Diduga Soal Kartel Garam, Produsen Penyedap Rasa Diperiksa KPPU

  (Garamku.com) Para produsen penyedap rasa diperiksa oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebagai saksi. Perihal dugaan kartel garam. Para saksi ini dihadirkan dalam Sidang Pemeriksaan Lanjutan Perkara KPPU Nomor 09/KPPU-I/2018 tentang Dugaan Pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999 dalam Perdagangan Garam Industri Aneka Pangan di Indonesia. “Sidang ini akan digelar dari Selasa (19/3) hingga […]

Terjadi Penumpukan Garam Rakyat di Petani Hingga Puluhan Ribu Ton

Terjadi Penumpukan Garam Rakyat di Petani Hingga Puluhan Ribu Ton

Thursday, March 21, 2019

Comments Off on Terjadi Penumpukan Garam Rakyat di Petani Hingga Puluhan Ribu Ton

  (Garamku.com) Saat ini penumpukan garam rakyat hingga puluhan ribu ton terjadi di daerah Sumenep, Jawa Timur. “Musim panen memang sudah lewat. Tapi dari produksi kemarin, masih ada sekitar 50 ribu ton garam yang belum terserap pabrikan,” kata Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Perras), Hasan Basri. Diduga sepinya pabrik-pabrik yang membeli garam rakyat dikarenakan […]

Garam Domestik di Era Impor

Garam Domestik di Era Impor

Saturday, January 26, 2019

Comments Off on Garam Domestik di Era Impor

  Memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki tambak garam yang sangat luas yakni 26.024 hektar. Diketahui ada sebnanyak 40 kota/kabupaten penghasil garam di Indonesia, seperti Cirebon, Sampang, Pati, Indramayu, Sumenep, Rembang, Bima, Demak, Pamekasan dan Surabaya (News.Detik.com). Dengan begitu, tidak diragukan lagi jika Indonesia mampu memproduksi garam dengan jumlah yang besar dan […]

Tertarik dengan Garam Jeneponto, Gubernur Ehime Jepang Tanam Modal di SulSel

Tertarik dengan Garam Jeneponto, Gubernur Ehime Jepang Tanam Modal di SulSel

Wednesday, January 16, 2019

Comments Off on Tertarik dengan Garam Jeneponto, Gubernur Ehime Jepang Tanam Modal di SulSel

  Pada hari Selasa (15/01/2019), Gubernur Ehime Jepang, Tokihiro Nakamura berkunjung ke Sulawesi Selatan. Dalam kunjungannya, ia mendatangi Baruga Karaeng Pattingalloang Rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makasssar. Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mengatakan kunjungan ini dalam rangka kerjasama diberbagai sektor, salah satunya adalah rencana pembangunan industri Jepang di kabupaten Jeneponto. Menurutnya, […]

Permintaan Para Tenaga Kerja Untuk Tidak Menghentikan Kegiatan Industri Garam

Thu, Mar 21, 2019

Comments Off on Permintaan Para Tenaga Kerja Untuk Tidak Menghentikan Kegiatan Industri Garam

 

(Garamku.com) Pemerintah Kabupaten Malaka diminta oleh para tenaga kerja sekaligus pemilik lahan tambak garam di Desa Weoe supaya tidak menghentikan aktivitas industri garam yang dikembangkan oleh PT. Inti Daya Kencana (IDK). Dikarenakan PT. IDK telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh Viktus Nahak Bere, Baltasar Bria, Nahak Petrus, Maria Seuk Klau, Lorensius Nahak, dan Alfonsius Seran yang merupakan tenaga kerja sekaligus pemilik lahan tambak garam tersebut.

Mereka mengatakan, kehadiran PT IDK telah memberikan keuntungan bagi masyarakat terutama pemilik lahan dalam hal penyerapan tenaga kerja. Semua pemilik lahan menjadi tenaga kerja perusahan.

Viktus Nahak Bere meminta Pemerintah Kabupaten Malaka agar segera memikirkan tentang surat perjanjian kerja sama yang melibatkan pihak pemerintah, perusahan dan pemilik lahan.

“Kami tidak tolak perusahan ini karena kami pemilik lahan sudah mendapatkan hasilnya. Yang kami tidak punya adalah surat perjanjian kerja. Kami minta pemerintah pusatkan perhatian mengurus surat perjanjian kerja,” usul Viktus.

Menurut Viktus, pemerintah segera membentuk tim agar mengurus surat perjanjian kerja yang melibatkan pihak pemerintah, perusahan dan pemilik lahan. Hal ini lebih penting untuk dipikirkan pemerintah ketimbang menanggapi komentar orang-orang yang tidak mengetahui sama sekali tentang investasi garam tersebut.

Surat perjanjian kerja menjadi penting dan hal itu sebagai bukti pegangan bagi pemilik lahan yang dapat diwariskan kepada anak dan cucu berkaitan dengan investasi industri garam.

“Suatu saat kami mati, surat itu kami wariskan ke anak dan cucu,” kata Viktus disambut tepukan tangan dari warga lainnya.

Baltasar Bria mengatakan, sebelum PT IDK hadir, ia hanya seorang petani biasa yang tidak memiliki pendapatan tetap. Namun, setelah bekerja di PT IDK, ia memiliki pendapatan tetap sehingga ia mendukung kehadiran PT IDK untuk mengembangkan industri garam di wilayah tersebut. Hal senada diutarakan Maria Seuk Klau dan Lorensius Nahak,
serta tenaga kerja lainnya, Alfonsius Seran mengatakan, ia sangat mendukung kehadiran PT IDK karena telah memberikan dampak positif bagi dirinya selaku pemilik lahan.

“Saya pemilik lahan. Saya punya lahan 23 hektare dan saya serahkan semuanya ke PT IDK,” tutur Alfonsius.
Alfonsius mengatakan, kepada pihak yang merasa diri sebagai pemilik lahan diharapkan untuk datang langsung ketemu dengan pemilik lahan yang lain supaya sama-sama berdiskusi, bukan dengan membuat komentar di media sosial.

Alfonsius juga berharap orang-orang Malaka agar tidak berkomentar kalau pemilik lahan menolak PT IDK, sebab faktanya semua pemilik lahan setuju dengan kehadiran PT IDK.

“Kita berharap jangan sembarang muat status bilang tuan tanah tidak setuju karena kami sebagai pemilik lahan setuju semua. Yang bekerja di perusahan ini adalah mereka yang memiliki lahan di sini,” kata Alfonsius.

Sumber: http://kupang.tribunnews.com/2019/03/20/tenaga-kerja-minta-pemda-jangan-hentikan-kegiatan-industri-garam
Disunting Oleh: MJ

Share

Categories