A A
RSS
Garam Domestik di Era Impor

Garam Domestik di Era Impor

Saturday, January 26, 2019

Comments Off on Garam Domestik di Era Impor

  Memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki tambak garam yang sangat luas yakni 26.024 hektar. Diketahui ada sebnanyak 40 kota/kabupaten penghasil garam di Indonesia, seperti Cirebon, Sampang, Pati, Indramayu, Sumenep, Rembang, Bima, Demak, Pamekasan dan Surabaya (News.Detik.com). Dengan begitu, tidak diragukan lagi jika Indonesia mampu memproduksi garam dengan jumlah yang besar dan […]

Tertarik dengan Garam Jeneponto, Gubernur Ehime Jepang Tanam Modal di SulSel

Tertarik dengan Garam Jeneponto, Gubernur Ehime Jepang Tanam Modal di SulSel

Wednesday, January 16, 2019

Comments Off on Tertarik dengan Garam Jeneponto, Gubernur Ehime Jepang Tanam Modal di SulSel

  Pada hari Selasa (15/01/2019), Gubernur Ehime Jepang, Tokihiro Nakamura berkunjung ke Sulawesi Selatan. Dalam kunjungannya, ia mendatangi Baruga Karaeng Pattingalloang Rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makasssar. Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mengatakan kunjungan ini dalam rangka kerjasama diberbagai sektor, salah satunya adalah rencana pembangunan industri Jepang di kabupaten Jeneponto. Menurutnya, […]

Tips Menurunkan Asupan Garam Harian

Tips Menurunkan Asupan Garam Harian

Tuesday, January 15, 2019

Comments Off on Tips Menurunkan Asupan Garam Harian

  Garam masih menjadi salah satu bumbu makanan yang paling populer. Banyak orang yang bahkan menyebut makanan tanpa garam akan terasa jauh lebih hambar. Padahal, pakar kesehatan menyebut konsumsi garam harus dibatasi karena akan mempengaruhi kadar cairan tubuh dan risiko hipertensi dengan signifikan. Pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi garam dalam jumlah banyak bisa memberikan pengaruh […]

Hoax atau Fakta? Merendam Daging Ayam pada Air Garam dapat Turunkan Kolesterol

Hoax atau Fakta? Merendam Daging Ayam pada Air Garam dapat Turunkan Kolesterol

Friday, January 11, 2019

Comments Off on Hoax atau Fakta? Merendam Daging Ayam pada Air Garam dapat Turunkan Kolesterol

  Terdapat sebuah tips kesehatan untuk menurunkan kolesterol yang sedang viral di berbagai media (Doktersehat.com). Tips tersebut menyarankan kita untuk merendam daging ayam mentah yang akan dikonsumsi ke dalam air garam terlebih dahulu sebelum dimasak. Tak hanya membuat ayam memiliki rasa yang lebih nikmat, hal ini disebut-sebut bisa membuat daging ayam menurunkan kadar kolesterol dalam […]

Ingin Diet Rendah Garam? Simak Tips Berikut Ini

Ingin Diet Rendah Garam? Simak Tips Berikut Ini

Wednesday, January 9, 2019

Comments Off on Ingin Diet Rendah Garam? Simak Tips Berikut Ini

  Apakah Anda memiliki resolusi hidup sehat dengan melakukan diet di tahun 2019? Anda bisa mencoba diet rendah garam. Tujuan diet rendah garam adalah untuk membantu menghilangkan penimbunan garam dan air, juga membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi yang sensitif terhadap garam. Artikel berikut akan memaparkan makanan apa saja yang diperbolehkan, hal-hal apa saja […]

Garam Domestik di Era Impor

Sat, Jan 26, 2019

Comments Off on Garam Domestik di Era Impor

 

Memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki tambak garam yang sangat luas yakni 26.024 hektar. Diketahui ada sebnanyak 40 kota/kabupaten penghasil garam di Indonesia, seperti Cirebon, Sampang, Pati, Indramayu, Sumenep, Rembang, Bima, Demak, Pamekasan dan Surabaya (News.Detik.com). Dengan begitu, tidak diragukan lagi jika Indonesia mampu memproduksi garam dengan jumlah yang besar dan mencukupi untuk konsumsi (pribadi) dan industri. Indonesia sempat mengalami puncak swasembada garam pada tahun 2015. Ditahun tersebut produksi garam surplus mencapai jumlah total 2,9 juta ton, sedangkan kebutuhan garam pada saat itu hanya 2 juta ton saja. Angka tersebut adalah jumlah tertinggi selama empat tahun swasembada. Produksi garam di tahun 2015 naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 2,4 juta ton per tahun, lebih baik daripada produksi 2012 dan 2013 yang masing-masing mencapai 2,5 juta ton dan 1,7 juta ton.

Namun, fakta mengejutkan terjadi dua tahun terakhir ini, setelah Indonesia mencapai puncak swasembada pada 2015. Pada 2016 pemerintah mulai membuka kran impor garam karena anjloknya produksi garam yang mencapai titik terendah. Produksi garam nasional pada saat itu mencapai 144.000 ton dari kebutuhan sebanyak 4,1 juta ton (780 ton untuk konsumsi publik, sedangkan sisanya untuk keperluan industry). Kemudian, pada 2017 produksi garam hanya mencapai 118,056 ton atau setara 3,7 persen dari target 3,2 juta ton yang di tetapkan pemerintah pada 2016. Akhirnya pemerintah impor lagi sebanyak 2.5 juta ton. Sedangkan pada 2018 kuota impor garam di Indonesia sebanyak 3,7 juta ton, hingga akhir tahun ini Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan juga menyebutkan realisasi impor garam sekitar 3,1 juta ton.

Pemicu utama yang menjadi faktor terjadinya impor garam adalah minimnya produksi garam domestik. Cuaca yang kurang baik menjadi pemicu utama minimnya produksi garam domestik. Hujan terus-menerus yang mengakibatkan banyak petani garam yang gagal panen. Sehingga produksi garam tersebut tidak mencukupi untuk dikonsumsi sendiri dan industri. Selain faktor cuaca, hal lain yang membuat jumlah produksi garam di Indonesia relatif sedikit adalah proses pembuatan garam yang masih tradisional. Yaitu, dengan mengandalkan matahari dan alat-alat sederhana seperti pengeruk kayu dan kincir angin. Sehingga untuk bisa panen harus menunggu waktu minimal 10-14 hari hingga 21 hari. Kurang maksimalnya pemerintah dalam menangani tata niaga garam juga menjadi faktor melemahnya produksi garam domestik. Sepanjang 2017 pemerintah lebih banyak memilih membuka kran impor garam dibandingkan dengan melakukan penyerapan garam rakyat yang diproduksi petani garam tradisional.

Hingga tahun 2018 kebutuhan garam di Indonesia belum bisa dipenuhi oleh produksi lokal. Kebutuhan tersebut mendesak untuk dipenuhi karena banyak produk yang memerlukan pasokan garam untuk industri. Untuk memecahkan persoalan itu, pemerintah kembali melalukan impor sebanyak 3,7 juta ton pada 2018. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menggelar rapat bersama di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian. Pertama, penggunaan teknologi produksi dan pengolahan garam. Perlu dibangun pabrik-pabrik baru dengan menggunakan teknologi mutakhir dan dukungan dana yang mencukupi. Seperti halnya di China, ada sebuah pabrik di Shanghai yang memproduksi garam dengan kualitas tinggi dengan NaCL mendekati 100 persen, namun dengan harga yang murah dan diproduksi dari air baku. Pabrik tersebut bisa seperti itu berkat dukungan penuh dari pemerintah China dan memberikan subsidi biaya produksi melalui listrik yang murah.

Dengan teknologi tersebut, petani garam yang sebelumnya harus menghabiskan waktu minimal 10-14 hari hingga 21 hari saat melaksanakan panen, bisa menghemat lebih banyak waktu. Efisiensi tersebut bisa didapat, terutama karena ada integrasi lahan untuk produksi garam di satu area saja. Selain itu, petani garam tidak hanya akan mendapat peningkatan produktivitas, melainkan juga bisa mendapatkan kualitas garam lebih bagus. Kedua, ekstensifikasi lahan pertanian garam. Mengingat kebutuhan produksi garam terus meningkat setiap tahunnya, produksi garam tidak bisa lagi mengandalkan sistem seperti yang sekarang ada. Selain menggenjot produksi di sentra garam yang sudah ada, Indonesia perlu melakukan ekstensifikasi lahan untuk produksi garam di sejumlah daerah.

Ketiga, kebijakan pemerintah dalam tata niaga garam. Apa yang dilakukan pemerintah pada awal 2018 menunjukkan bahwa pemerintah telah kehilangan akal dalam membangun kedaulatan pangan. Jika pemerintah memiliki iktikad baik dan kuat untuk membangun kedaulatan pangan, maka berbagai cara akan terus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Jika selama ini persoalan utama garam industri di Indonesia adalah kadar Natrium Chlorida (NaCl) belum bisa mencapai angka 97,4 persen dan produksi garam yang anjlok ketika musim penghujan, maka pemerintah seharusnya bisa menggandeng ilmuwan, lembaga riset, dan juga perguruan tinggi untuk dapat menyelesaikan persoalan tersebut. Indonesia harus belajar banyak dari keterpurukan produksi garam domestik sepanjang 2016 hingga 2017. Pelajaran terpenting, bagaimana mengelola stok garam yang tersedia dan menggenjot produksi domestik tetap berjalan baik, dalam kondisi cuaca apapun.

 

Sumber: https://news.detik.com/kolom/4396883/garam-di-era-impor

Disunting Oleh: HOOD

Share